ARAKAN- BPD Kaltim dinilai berhasil untuk meningkatkan total aset
pada 2012 yang mencapai Rp30 triliun yang sebelumnya pada 2011 hanya
mencapai Rp23 triliun. Dengan capaian tersebut, BPD Kaltim mampu meraih
peringkat 2, satu peringkat dari Bank Jabar Banten yang meraih posisi 1
dari BPD se-Indonesia tentang total aset, yang tahun sebelumnya hanya
mencapai peringkat 3. Keberhasilan BPD Kaltim diikuti Bank Jatim yang
berada di posisi 3, Bank DKI di posisi 4 dan Bank Jateng di posisi 5.
“Saya gembira atas kinerja yang dilakukan BPD Kaltim, sehingga mampu
meraih total aset mencapai Rp30 triliun. Bahkan saya senang dengan
prestasi yang diraih tersebut, karena dengan capaian itu, BPD Kaltim
mampu meraih peringkat kedua dari BPD se Indonesia tentang capaian aset.
Saya berharap ini terus dapat ditingkatkan,” kata Gubernur Kaltim Dr H
Awang Faroek Ishak usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPD
Kaltim tahun buku 2012 dan lainnya 2013 di Tarakan, Kamis (23/5).
Menurut dia, guna meningkatkan capaian total aset tersebut, diharapkan
seluruh pemegang saham di Kaltim dapat memanfaatkan bagi hasil yang
telah diterima di daerah, agar diputar kembali untuk menjadi penyertaan
modal lagi di BPD Kaltim. Tujuannya untuk menambah capaian tersebut.
Capaian yang telah diraih tersebut dipengaruhi dari tingginya bagi
hasil daerah yang diterima pemerintah daerah di Kaltim. Karena, BPD
Kaltim adalah berfungsi sebagai penerima kas daerah, sehingga setiap
pendapatan pemerintah daerah, baik dari Pemprov Kaltim maupun Pemkab dan
Pemkot se Kaltim harus melalui BPD Kaltim.
Sementara itu, Direktur Utama BPD Kaltim H Zainuddin Fanani didampingi
Ketua Dewan Pengawas H Sulaiman Gafur mengatakan, pertumbuhan total aset
BPD Kaltim sebesar 33,72 persen lebih tinggi dari pertumbuhan total
aset Bank Umum Nasional sebesar 16,69 persen, BPD se Indonesia sebesar
20,62 persen dan Bank Umum di Kaltim sebesar 21,14 persen.
“Ke depan BPD Kaltim harus meningkatkan capaian tersebut, sehingga
kontribusi BPD terhadap Pemerintah Daerah di Kaltim terus lebih baik.
Contohnya, sebagai perusahaan daerah, untuk 2012 pendapatan asli daerah
yang diperoleh melalui BPD Kaltim mampu mencapai Rp1.060triliun. Ini
menunjukkan bahwa kontribusi bank daerah sangat besar bagi daerah,”
jelasnya.
Selain itu, untuk perkembangan dana pihak ketiga (DPK) pada 2012
capaiannya sebesar Rp26.165triliun, lebih tinggi dari 2011 yang hanya
mencapai Rp19.254triliun. Dana pihak ketiga tersebut dipengaruhi dari
Giro yang mencapai Rp16.259triliun, Tabungan Rp4.995triliun dan Deposito
mencapai Rp4.910triliun.
Pertumbuhan total DPK BPD Kaltim mencapai 35,90 persen tinggi dari
pertumbuhan total DPK Bank Umum Nasional sebesar Rp15,80 persen, BPD se
Indonesia sebesar 18,35 persen dan Bank Umum di Kaltim sebesar 20,00
persen.
“Alhamdulillah total DPK BPD Kaltim juga meraih peringkat kedua setelah
Bank Jabar Banten yang mencapai Rp52.375triliun pada 2012 yang trendnya
mencapai 41,52 persen. Di bawah Kaltim di posisi tiga yakni Bank Jatim
yang totalnya mencapai Rp22.209triliun, keempat Bank Jateng mencapai
Rp22.116triliun dan Bank DKI mencapai Rp20.639triliun. Saya pikir ini
merupakan prestasi yang membanggakan,” jelasnya.
Sementara mengenai penyaluran kredit berdasarkan penggunaan, yang
terdiri dari tiga jenis penggunaan, yakni kredit modal kerja, kredit
investasi dan kredit konsumtif pada 2012 totalnya mencapai
Rp14.892triliun, lebih besar dari 2011 yakni mencapai Rp11.579triliun.
Kredit modal kerja di Kaltim yang dikeluarkan BPD Kaltim mencapai
Rp4.386triliun. Kemudian kredit investasi mencapai Rp5.194triliun dan
kredit konsumtif mencapai Rp5.310triliun.
RUPS diikuti seluruh Kepala Daerah se Kaltim, kecuali Tana Tidung,
Kutai Timur, Paser, PPU dan Nunukan hanya diwakili Wakil Bupati dan
Sekda serta Kepala SKPD di lingkungan daerah tersebut.(jay/hmsprov).
//Foto: PERINGKAT DUA. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPD Kaltim. (jaya/humasprov kaltim)
Blogger Pertamaku
Pemprov Dukung Kurikulum 2013
SAMARINDA – Pemprov Kaltim menyatakan secara tegas mendukung
pemberlakuan Kurikulum 2013 yang telah dirancang oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kurikulum 2013 akan
diberlakukan secara bertahap pada tahun ajaran baru 2013/2014 pada
jenjang pendidikan kelas I, IV, VII dan X.
Demikian dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Staf Ahli bidang Pendidikan, Dr Bohari Yusuf, pada Seminar Nasional “Kurikulum 2013 Harapan Baru Menuju Pendidikan Bermutu” di ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (23/5).
Selain Gubernur, seminar menghadirkan narasumber Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjamin Mutu Pendidikan Kemendikbud, Prof Syawal Gultom, Kepala Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Dr H Dja’ali, Staf Ahli Gubernur bidang SDM dan Prof Dr Dwi Nugroho Hidayanto.
Sementara itu para peserta berasal dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota, Kemenag, Dinas Pendidikan Kaltim, Asosiasi Organisasi Profesi, PGRI kabupaten/kota, Asosiasi Guru Profesi (KKG, K3S, KKPS, MGMP, MKKS dan MKPS, serta Himpaudi dan IGTKI), Dewan pendidikan kabupaten/kota dan provinsi, serta dosen-dosen Universitas Mulawarman.
“Kurikulum 2013 yang akan diterapkan dalam tahun ajaran 2013/2014, saya percaya Kemendikbud telah melakukan telaahan, penelitian dan kajian serius tentang perubahan kurikulum ini dan tentu saja melibatkan para pakar dan praktisi yang kompeten di bidang pendidikan. Daerah akan mendukung penuh pemberlakukan kurikulum baru ini,” ujarnya.
Diungkapkan, sebagai bukti kongkrit dukungan Pemprov Kaltim terhadap Kurikulum 2013, maka melalui APBD Perubahan 2013 akan diprogramkan pengadaan buku paket berbasis Kurikulum 2013 khususnya untuk kelas I, IV, VII dan X.
“Seperti diketahui bersama, Kemendikbud hanya menanggung lima sampai tujuh persen. Oleh karena itu sudah diputuskan Gubernur, untuk Kaltim khusus bagi kelas I, IV, VII dan X Pemprov akan melengkapi sisanya sehingga bisa 100 persen. Dengan catatan, buku-buku yang sudah dipakai akan diwariskan kepada adik kelasnya,” ungkapnya.
Terkait kesiapan Kaltim untuk pemberlakuan Kurikulum 2013, gubernur menilai hal itu bisa dilakukan secara bertahap. Karena memang tidak semua kelas di setiap jenjang pendidikan yang akan memakai Kurikulum 2013, melainkan hanya kelas I, IV, VII dan X.
Seperti untuk guru sebagai salah satu instrumen selain buku dalam Kurikulum 2013, lanjut dia, seharusnya guru dapat siap kapan saja kurikulum baru ini diberlakukan, karena memang cuma sistemnya saja yang berubah. Dan daerah hanya mengikuti skema dari pusat.
“Guru memang harus ditatar. Dulu ada sistem TOT (Training of Trainers) bagi guru di pusat, kemudian dari pusat ke provinsi dan dilanjutkan dari provinsi ke kabupaten/kota. Kemudan, di kabupaten/kota menatar gurunya secara keseluruhan. Nah ini juga harusnya sudah berjalan, saya kira memang di tahun pertama tentu saja akan ada kekurangan-kekurangan, tapi kapan lagi kita akan memulainya,” kata Buhori.(her/hmsprov).
//Foto: PENDIDIKAN BERMUTU. Staf Ahli bidang Pendidikan, Dr Bohari Yusuf menuliskan pesan-kesan pada Seminar Nasional “Kurikulum 2013 Harapan Baru Menuju Pendidikan Bermutu”. (humasprov kaltim).
Demikian dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Staf Ahli bidang Pendidikan, Dr Bohari Yusuf, pada Seminar Nasional “Kurikulum 2013 Harapan Baru Menuju Pendidikan Bermutu” di ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (23/5).
Selain Gubernur, seminar menghadirkan narasumber Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjamin Mutu Pendidikan Kemendikbud, Prof Syawal Gultom, Kepala Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Dr H Dja’ali, Staf Ahli Gubernur bidang SDM dan Prof Dr Dwi Nugroho Hidayanto.
Sementara itu para peserta berasal dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota, Kemenag, Dinas Pendidikan Kaltim, Asosiasi Organisasi Profesi, PGRI kabupaten/kota, Asosiasi Guru Profesi (KKG, K3S, KKPS, MGMP, MKKS dan MKPS, serta Himpaudi dan IGTKI), Dewan pendidikan kabupaten/kota dan provinsi, serta dosen-dosen Universitas Mulawarman.
“Kurikulum 2013 yang akan diterapkan dalam tahun ajaran 2013/2014, saya percaya Kemendikbud telah melakukan telaahan, penelitian dan kajian serius tentang perubahan kurikulum ini dan tentu saja melibatkan para pakar dan praktisi yang kompeten di bidang pendidikan. Daerah akan mendukung penuh pemberlakukan kurikulum baru ini,” ujarnya.
Diungkapkan, sebagai bukti kongkrit dukungan Pemprov Kaltim terhadap Kurikulum 2013, maka melalui APBD Perubahan 2013 akan diprogramkan pengadaan buku paket berbasis Kurikulum 2013 khususnya untuk kelas I, IV, VII dan X.
“Seperti diketahui bersama, Kemendikbud hanya menanggung lima sampai tujuh persen. Oleh karena itu sudah diputuskan Gubernur, untuk Kaltim khusus bagi kelas I, IV, VII dan X Pemprov akan melengkapi sisanya sehingga bisa 100 persen. Dengan catatan, buku-buku yang sudah dipakai akan diwariskan kepada adik kelasnya,” ungkapnya.
Terkait kesiapan Kaltim untuk pemberlakuan Kurikulum 2013, gubernur menilai hal itu bisa dilakukan secara bertahap. Karena memang tidak semua kelas di setiap jenjang pendidikan yang akan memakai Kurikulum 2013, melainkan hanya kelas I, IV, VII dan X.
Seperti untuk guru sebagai salah satu instrumen selain buku dalam Kurikulum 2013, lanjut dia, seharusnya guru dapat siap kapan saja kurikulum baru ini diberlakukan, karena memang cuma sistemnya saja yang berubah. Dan daerah hanya mengikuti skema dari pusat.
“Guru memang harus ditatar. Dulu ada sistem TOT (Training of Trainers) bagi guru di pusat, kemudian dari pusat ke provinsi dan dilanjutkan dari provinsi ke kabupaten/kota. Kemudan, di kabupaten/kota menatar gurunya secara keseluruhan. Nah ini juga harusnya sudah berjalan, saya kira memang di tahun pertama tentu saja akan ada kekurangan-kekurangan, tapi kapan lagi kita akan memulainya,” kata Buhori.(her/hmsprov).
//Foto: PENDIDIKAN BERMUTU. Staf Ahli bidang Pendidikan, Dr Bohari Yusuf menuliskan pesan-kesan pada Seminar Nasional “Kurikulum 2013 Harapan Baru Menuju Pendidikan Bermutu”. (humasprov kaltim).
Langganan:
Postingan (Atom)